Mety Tri Nurnuzulawati, S.Psi., M.Psi, Psikolog
Ada empat jenis gangguan belajar yang kerap terjadi dan dialami anak, diantaranya yaitu;
A. Gangguan konsentrasi
Ciri-ciri atau gejala gangguan konsentrasi pada anak, sebagai berikut:
- Mengalami kegagalan mempertahankan konsentrasi pada tugas.
- Gagal dalam mengikuti instruksi atau tugas tidk selesai.
- Anak terlihat seolah tidak mendengar saat diajak bicara.
- Kesulitan mengelola tugas dan kegiatan pribadi
- Anak mudah lupa
- Anak juga mudah terganggu konsentrasinya.
B. Disgrafia
Disgrafia merupakan kelainan neurologis yang menghambat kemampuan menulis yang meliputi hambatan secara fisik, seperti tidak dapat memegang pensil dengan baik atau tulisan tangan buruk.
Ciri-ciri anak dengan disgrafia adalah;
- Anak memiliki ketidakkonsistenan bentuk huruf dalam tulisannya.
- Saat menulis, penggunaan huruf besar dan huruf kecil masih tercampur
- Ukuran dan bentuk huruf dalam tulisannya tidak proporsional.
- Anak tampak harus berusaha keras saat mengkomunikasikan suatu id, pengetahuan atau pemahamannya lewat tulisan.
- Anak mengalami kesulitan memegang bolpoin maupun pensil dengan tepat.
- Berbicara pada diri sendiri keika sedang menulis, atau maah terlalu memperhatikan tangan yang dipakai untuk menulis.
- Cara yang tidak konsisten ketika menulis dan tidak mengikuti alur garis yang tepat dan proposional.
- Anak tetap mengalami kesulitan meskipun hanya diminta menyalin contoh tulisan yang sudah ada.
C. Diskalkulia
Anak dengan diskalkulia akan menunjukkan kesulitan dalam memahami proses-proses matematis.
Ciri-ciri anak yang mengalami diskalkulia;
- Tingkat perkembangan bahasa dan kemampuan lainnya normal, seringkali mempunyai memori visual yang baik dalam merekam kata-kata tertulis.
- Anak kesulitan melakukan hitungan matematis.
- Kesulitan melakukan proses-proses matematis.
- Terkadang anak mengalami disorientasi seperti, disorientasi waktu dan arah.
- Anak juga mengalami hambatan dalam mengguanakan konsep abstrak tentak waktu.
- Anak sering melakukan kesalahan ketika melakukan perhitungan angka-angka.
- Anak mengalami hambatan dalam mempelajari musik.
- Anak mengalami kesulitasn aktivitas olahraga karena kesulitan dalam skor.
D. Disleksia
Disleksia merupakan gangguan belajar yang paling sering ditemukan dalam berbagai penelitian.
Ciri-ciri atau gejala disleksia yakni,
- Melakukan penambahan dalam suku kata, misalnya BATU menjadi BALTU.
- Menghilangkan huru dalam suku kata, contohnya MASAK menjadi MASA.
- Membalikan huruf, kata atau angka dengan arah terbalik kiri kanan, misalnya dadu menjadi babu.
- Membalikan huruf, kata atau angka dengan arah terbalik atas bawah, contohnya papa menjadi qaqa
- Mengganti huruf atau angka, misalnya LUPA menjadi LUGA.
E. Penanganan
- Terapi okupasi adalah terapi yang dilakukan melalui kegiatan atau pekerjaan terhadap anak yang mengalami gangguan kondisi sensori motor (Kosasih, 2012).
- Terapi wicara merupakan terapi yang dilakukan bagi anak yang mengalami keterlambatan bicara dan kesulitan bahasa.
- Psikoedukasi parenting kepada orang tua
- Terapi bermain adalah penerapan sistematis dari sekumpulan prinsip belajar terhadap suatu kondisi perilaku yang bermasalah atau dianggap menyimpang dengan melakukan suatu perubahan serta menempatkan anak dalam situasi bermain
- Menjaga asupan gizi.
DAFTAR PUSTAKA
Andriana, Dian. 2011. Tumbuh Kembang dan terapi bermain pada anak.Jakarta: Salemba Medika
Gustama, A. F. (2010). Terapi dan
Pendidikan Bagi Anak Disleksia. Yogyakarta : Relasi Inti Media
Kosasih, E. (2012). Cara Bijak Memahami Anak Berkebutuhan Khusus. Bandung: Yrama Widya
Monika, dkk.Jurnal Provitae, Volume 2,(Jakarta: Universitas Tarumanegara, 2006)
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar