Mety Tri Nurnuzulawati., S.Psi., M.Psi, Psikolog
DSM IV menyatakan gangguan-gangguan berkaitan dengan seksualitas yaitu, gangguan identitas gender dan gangguan seksual. Gangguan seksual juga akan dibagi lagi, menjadi gangguan parafilia dan gangguan disfungsi seksual.
GANGGUAN IDENTITAS GENDER
Gangguan ini dikenaal juga sebagai istilah transeksualisme, memiliki karakteristik perasaan yang menetap dalam diri seseorang tentang ketidaknyamanan memiliki jenis kelamin dan peran gender yang sesuai dengan jenis kelamin tersebut.
GANGGUAN SEKSUAL
A. PARAFILIA
1. Fetishism
Fetishism merupakan
seseorang pada obyek yang tidak hidup untuk memperoleh rangsangan seksual.
2. Transvestic
Fetishim
Transvestic Fetishim adalah
gangguan dimana seorang laki-laki terangsang secara seksual dengan menggunakan
pakaian ataupun perlengkapan perempuan lainnya, meskipun ia menyadari dirinya
sendiri sebagai laki-laki.
3. Pedofilia
Pedofilia yakni orang
dewasa yang memperoleh kepuasan melalui kontak seksual melalui kontak fisik dan
seksual dengan anak prapubertas yang tidak berhubungan dengannya.
4. Inses
Mengacu pada hubungan
seksual antara keluarga dekat, dimana pernikahan tidak diperbolehkan antara
mereka.
5. Voyeurism
Voyeurism ialah prefensi
yang nyata untuk memperoleh kepuasan seksual dengan melihat orng lain dalam
keadaan tanpa busana atau sedang melakukan hubungan seksual.
6. Eksibisionisme
Eksibisionisme yaitu
prefensi yang jelas dan berulang untuk memperoleh kepuasan seksual dengan
mempertunjukkan alat kelaminnya pada orang lain yang tidak menghendakinya,
terkadang pada anak-anak.
7. Frotteriusm
Frotteriusm ialah orientasi
seksual dengan menyentuh orang yang tidak disangka-sangka, seperti menggosok
alat kelamin ke paha seorang perempuan.
8. Sadisme
Sadisme merupakan kegemaran
untuk memperoleh atau meningkatkan kepuasan seksual dengan menimbulkan
kesakitan atau penderitaan psikologis pada orang lain.
9. Masokisme
seksual
Masokisme adalah kegemaran
seseorang untuk memperoleh atau meningkatkan kepuasan seksual dengan menjadikan
dirinya sebagai subyek untuk disakiti atau dipermalukan.
B. GANGGUAN DISFUNGSI SEKSUAL
1. Gangguan Gairah Seksual
Terdiri dari gangguan gairah seksual hipoaktif
dengan karakterdefisiensi atau tidak adanya fantasi seksual dan keinginan untuk
melakukan aktivitas seksual, serta sexual aversion disorder yakni rasa sakit
terhadap dan penghindaran melakukan kontak seksual dengan genital dengan
pasangan.
2. Gangguan Perangsang Seksual
Gangguan ini memiliki dua subkategori yakni,
female sexual arousal disorder (diagnosis untuk perempuan yang secara persisten
mengalami lubrikasi vgina yang tidak adekuat untuk memperoleh penyelesaian dan
kenyamanan dalam intercourse) dan male erectile disorder (pria yag mengalami
kesulitan persisten dalam persisten dalam mencapai serta ereksi dalam
penyelesaian aktivitas sosial).
3. Gangguan Orgasmik
Gangguan pada perempuan yang menghambat
terjadinya berulang atau persisten pada orgasme, antara lain muncul penundaan
orgasme, tidak adanya orgasme mengacu pada kegagalan seorang perempuan untuk
memperoleh setelah melakukan hubungan masturbasi atau hubungan seksual.
4. Gangguan Nyeri Seksual
Ada 2 gangguan nyeri seksual yakni, dyspareunia
dan vaginimus. Dysparenuia adalah rasa nyeri yang persisten atau berulang dalam
melakukan hubungan seksual. Vaginimus yaitu kekakuan involunter dari dinding
luar vagina, hingga membuat intercourse tidak mungkin dilakukan.
FAKTOR PENYEBAB
Beberapa faktor penyebab dari
masalah seksual pada manusia (Davison, 2001), sebagai berikut:
- Agama yang ortodok
- Trauma psikoseksual
- Penghambatan homoseksual
- Konseling yang tidak adekuat
- Konsumsi alcohol yang berlebihan.
- Masalah biologis
- Masalah sosiokultural
PENANGANAN
- Terapi pasangan
- Pengurangan kecemasan
- Peltihan keterampilan dan komunikasi
- Medis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar