Pola Asuh Remaja
Stewart (Tridhonanto, 2014) menyatakan bahwa secara umum pola asuh dibedakan menjadi 3 jenis yaitu, pola asuh otoriter, pola asuh permisif dan pola asuh demokratis. Berikut adalah pemaparannya;
A. POLA ASUH OTORITER
Pola asuh otoriter adalah pola asuh orang tua yang lebih mengutamakan membentuk kepribadian anak dengan cara menetapkan standar mutlak harus dituruti, biasanya dibarengi dengan ancaman-ancaman
1. Pola asuh otoriter memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Anak harus tunduk dan patuh kehendak orang tua.
- Pengontrolan orang tua terhadap perilaku anak sangat ketat.
- Anak hampir tidak pernah memberi pujian.
- Orang tua yang tidak mengenal kompromi dan dalam komunikasi biasanya bersifat satu arah.
2. Pola asuh otoriter lebih banyak menerapkan pola asuhnya dengan
aspek-aspek sebagai berikut:
- Orang tua mengekang anak untuk bergaul dan memilih-milih oran yang menjadi teman anaknya.
- Orang tua memberikan kesempatan pada anaknya untuk berdialog, mengeluh dan mengekakan pendapat. Anak harus menuruti kehendak orang tua tanpa peduli keinginan dan kemampuan anak.
- Orang tua menentukan aturan lagi anak dalam berinteraksi baik dirumah maupun di luar rumah. aturan tersebut harus ditaati oleh anak walaupun tidak sesuai dengan keinginan anak.
- Orang tua memberikan kesempatan pada anak untuk berinisiatif dalam bertindak dan menyelesaikan masalah
- Orang tua melarang anaknya untuk berpartisipasi dalam kegiatan kelompok.
- Orang tua menuntut anaknya untuk bertanggung jawab terhadap tindakan yang dilakukannya tetapi tidak menjelaskan kepada anak mengapa anak harus bertanggung jawab.
- Mudah tersinggung
- Penakut
- Pemurung dan tidak bahagia
- Mudah terpengaruh
- Mudah stres
- Tidak mempunyai arah masa depan yang jelas
- Tidak bersahabat, berbanding terbaling dengan pola asuh otoriter, pola asuh permisif sebagai berikut;
B. POLA ASUH PERMISIF
Pola asuh permisif adalah pola asuh orang tua pada anak dalam rangka membentuk kepribadian anak dengan cara memberikan pengawasan yang sangat longgar dan memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup dirinya.
1. Pola asuh permisif memiliki ciri sebagai berikut:
- Orang tua bersikap acceptance tinggi namun kontrolnya rendah, anak diizinkan membuat keputusan sendiri dan dapat berbuat sekehendaknya sendiri.
- Orang tua memberi kebebasan kepada anak untuk menyatakan dorongan atau keinginannya.
- Orang tua kurang menerapkan hukuman pada anak, bahkan hampir tidak menggunakan hukuman.
2. Pola asuh permisif menerapkan pola asuhnya dengan
aspek-aspek sebagai berikut:
- Orang tua tidak peduli terhadap pertemanan atau persahabat anaknya.
- Orang tua kurang memberikan perhatian terhadap kebutuhan anaknya. jarang sekalai melakukan dialog terlebih untuk mengeluh dan meminta pertimbangan
- Orang tua tidak peduli terhadap pergaulan anaknya dan tidak pernah menentukan norma-norma yang harus diperhatikan dalam bertindak
- Orang tua tidak peduli dengan masalah yang dihadapi oleh anaknya.
- Orang tua tidak peduli kegiatan kelompok yang diikuti anaknya.
- Orang tua tidak peduli anaknya bertanggung jawab atau tidak atas tindakan yang dilakukannya.
- Bersikap impulsif dan agresif
- Suka membentak
- Kurang memiliki rasa percaya diri
- Suka mendominasi,
- Tidak jelas arah hidupnya
- Prestasinya rendah, sedangkan pola asuh demokratis berikut pemaparannya;
C. POLA ASUH DEMOKRATIS
Pola asuh demokratis (siswanto, 2020) adalah pola asuh
yang memprioritaskan kepentingan anak, akan tetapi tidak ragu-ragu
mengendalikan mereka apabila dirasa sudah membahayakan untuk dirinya sendiri.
1. Ciri-ciri pola asuh demokratis
- Menentukan peraturan dan disiplin dengan memperhatikan dan
mempertimbangkan alasan-alasan yang dapat diterima, dipahami dan dimengerti
oleh anak.
- Memberikan pengarah tentang perbuatan baik yang perlu
dipertahankan dan yang tidak baik agar di tinggalkan
- Memberikan bimbingan dengan penuh pengertian
- Dapat menciptakan keharmonisan dalam keluarga
- Dapat menciptakan suasana komunikatif antara orang tua dan
anak serta sesama keluarga
2. Dampak dari pola asuh demokratis (Sinarmata, 2019)
yaitu,
- Mendorong anak terbuka
- Bertanggung jawab
- Mandiri
DAFTAR PUSTAKA
- Sinarmata, J. (2019). Inovasi Pendidikan Lewat
Transformasi Digital. Yayasan kita menulis.
- Zakaria, Mia, & Arumsari, Dewi. (2018). Jeli Membangun Karakter Anak. Bhuana Ilmu Populer.
- Tridhonanto, Al, Beranda Agency. 2014. Mengembangkan Pola Asuh Demokratis. Jakarta: Elex Media Komputindo.
- Siswanto, D. (2020). Anak Di
Persimpangan Perceraian: Menilik Pola Asuh Anak Korban Perceraian. Airlangga University Press.
- Bahrain (2019) PROSIDING
THE 2ND INTERNATIONAL SEMINAR ON CONTEMPORARY ISLAMIC ISSUES
- Zakaria, Mia dan Dewi Arumsari. 2018. Jeli Membangun Karakter Anak. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar